This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Makalah Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Makalah Pertanian. Show all posts

Wednesday, 13 May 2015

Makalah Musuh Alami Pada Tanaman Pisang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Buah pisang (Musa paradisiaca) adalah salah satu buah-buahan yang merupakanbahan pangan yang sangat penting sebagai sumber vitamin dan mineralPeranannya sangat besar pula dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Musuh alami adalah organisme yang ditemukan di alam yang dapat membunuh serangga sekaligus, melemahkan serangga, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada serangga, dan mengurangi fase reproduktif dari serangga. Musuh alam biasanya mengurangi jumlah populasi serangga, inang atau pemangsa, dengan memakan individu serangga.
Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang (serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan binatang lain sehingga menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut “predator”. Predator berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup di dalam atau pada tubuh serangga lain, dan membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna karena membunuh serangga hama, sedangkan parasit tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan.

Musuh alami sebaiknya dilestarikan karena mereka merupakan teman petani. Semua jenis musuh alami membantu petani mengendalikan hama dan penyakit. Karena itu, musuh alami jangan dibunuh atau dimusnahkan. Langkah pertama dalam hal melestarikan musuh alami adalah: jangan menggunakan pestisida kimia! Langkah kedua: menjaga berbagai jenis tanaman, terutama tanaman berbunga, di kebun atau sekitar kebun. Jika terdapat bermacam- macam tanaman di kebun, biasanya jumlah musuh alami yang berada di kebun juga lebih banyak. (Baca juga bagian mengenai bunga di halaman ‘Parasitoid’). Langkah ketiga: mengusahakan lingkungan yang sesuai untuk kehidupan musuh alami tersebut (konservasi).

1.2 Rumusan masalah
a. Apa pengertian tanaman pisang ?
b. Apa saja musuh alami/hama tanaman pisang ?
c. Apa saja jenis-jenis tanaman pisang ?

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah ini adalah :
1.    Mengetahui hama penggulung daun pisang
2.    Mengetahui parasitoid apa saja yang menyerang hama penggulung daun pisang
3.    Mengetahui perbedaan pupa dan larva dalam kondisi sehat, sakit, dan mati
4.    Untuk mengetahui tingkat parasitisasi musuh alami

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jenis-Jenis Pisang

1. Pisang serap (noe. Musa texstiles)
pisang serat adalah tanaman pisang yang tidak diambil buahnya tetapi diambil seratnya. Pada awal abad 16, pigatotta menerangkan bahwa penduduk asli daerah cebu, Filipina., memanfaatkan serat pisang manila ini untuk bahan pakaian.

2. Pisang hias (heliconia indica lamek)
Pisang hias juga tidak diambil buahnya. Tumbuhan ini memang bagus sekali ditanam dimuka rumah sebagai hiasan. Pisang ini diperbanyak dengan mengggunakan anakanaya. Pisang hias dibagi 2 yaitu pisang kipas dan pisang-pisangan. Disebut pisang kipas karena bentuknya seperti kipas. Nama lain pisang kipas adalah pisang madagaskar (diduga berasaldari daerah madagaskar). Sedang pisang-pisangan bverbatang semu yang kecil-kecil dan tumbuh berumpun indah ditanam dimuka rumah karena bentuknya kecil.

3. Pisang buah (musa paradisiacal L.)
Pisang jenis ini sudah tidak asing lagi bagi kita karena banyak ditemui. Pisang buh dapat dibedakan menjadi  4 golongan. Golongan pertama adalah yang dapat dimakan langsung setelah masak, misalnya pisang kapok, pisang jus susu, pisang hijau, pisang emas, pisang raja, dan sebagainya.
4. Pisang ambon lumut
Pisang ambon lumut atau pisang ambon hijau tetap berwarna hijau, walaupun buahnya sudah matang. Kalau terlalu matang, kilitnya agak kekuningan dengan bercak-bercak cokelat. Per tandan terdiridari 7-12 sisir dengan berat 15-18 kg. Persisir piang berisi 20 buah. Buahnya lurus, panjang 15-17 cm, berdiameter 4,2 cm. Kulit buah agak tebal, daginga buah berwarna kuning agak putih, tidak berbiji. Rasanya manis, aromanya kuat. Berat per buah sekitar 80 gram.

5. Pisang ambon kuning 
Pisang ambon kuning memiliki bentuk buah melengkung dengan pangkal buah bulat. Per tandan terdiri dari 6-9 sisir dengan berat 18-20 kg. Persisir berisi 15-20 buah. Panjang buah 15-17 cm, bobot 100 gram per buah. Daging buahnya putih kekuningan, tidak berbiji. Rasanya manis, pulen, dan harum.

6. Pisang nangka
Pisang nangka termasuk pisang olahan. Kulit buahnya tebal dan tetap hijau, walaupun sudah matang. Jika terlalu matang warna buah menjadi agak kekuningan. Daging buahnya kuning kemerahan. Rasanya manis masam dengan aroma harum. Pertandan terdapat 7-8 suisir dengan berat 12-14 kg. Dalam setiap sisir berisi 14 sampai 24 buah. Panjang buah sekitar 15 cm beratnya 120 gram

7. Pisang tanduk
Pisang tanduk termasuk pisang olahan. Kulit buahnya tebal, berwarna kuning dengan bintik-bintik hitam. Dalam satu tandan terdapat 1-2 sisir. Dengan berat 7-10 kg. setiap sisir terdiridari 10-15 buah. Panjang buah 206-28 cm diameter 4,6 cm. bentuk buah melengkung. Warna daging buah kuning muda atau putih kekuningan. Buah tidak berbiji. Buah dimakan setelah direbus, rasanya manis. Berat per buah 320 g.

8. pisang raja sereh
Pisang raja sereh atau pisang susu termasuk popular sebagai buah meja. Pertandang terdapat 5-6 sisir dengan berat 12-16 kg. persisir terdiridari 12-16 buah. Ukuran buahnya kecil-kecil, panjangnya sekitar 10-15 cm, berdiameter 3-4 cm. kulit buah pisang ini tipis, berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik cokelat kehitaman. Daging berwarna putih rasanya manis dengan aroma harumyang khas berat per buah 60 g.

2.2 Musuh Alami Pada Tanaman Pisang
·      Burung gagak (carvus encahorst)
Musuh alami mempunyai peranan penting dalam pengendalian keseimbangan alam suatu ekosistem pertanian. Jeni-jenis predator smaragdina, kadal, dan burung gagak (carvus encahorst). Burung ini memakan ulat pada daun gulungan pisang.
2.3 Hama Pada Tanaman Pisang
·      Ulat Penggulung Daun Pisang
Erionota thrax L.
Nama umum : Erionota thrax (Linnaeus, 1767)
Klasifikasi : Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Hesperiidae
Sumber gambar : CABI
Ulat Penggulung Daun Pisang
Erionota thrax L. (Famili: Hesperidae, Ordo: Lepidoptera)

·      Gejala Serangan
Daun yang diserang ulat biasanya digulung, sehingga menyerupai tabung dan apabila dibuka akan ditemukan ulat di dalamnya. Ulat yang masih muda memotong tepi daun secara miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil. Di dalam gulungan tersebut ulat akan memakan daun.
Apabila daun dalam gulungan tersebut sudah habis, maka ulat akan pindah ke tempat lain dan membuat gulungan yang lebih besar. Apabila terjadi serangan berat, daun bisa habis dan tinggal pelepah daun yang penuh dengan gulungan daun.
·      Morfologi/Bioekologi
Kupu-kupu mengisap madu bunga pisang dan melakukan kopulasi sambil berterbangan pada waktu sore dan pagi hari serta bertelur pada malam hari.
Telur diletakkan berkelompok sebanyak ± 25 butir pada daun pisang yang masih utuh.
Ulat yang masih muda warnanya sedikit kehijauan, tubuhnya tidak dilapisi lilin. Sedangkan ulat yang lebih besar berwarna putih kekuningan dan tubuhnya dilapisi lilin. Pupa berada di dalam gulungan daun, berwarna kehijauan dan dilapisi lilin. Panjang pupa lebih kurang 6 cm dan mempunyai belalai (probosis). Siklus hidup di Bogor berkisar antara 5 – 6 minggu.Tanaman Inang Lain Tanaman pisang hias, pisang serat.
·      Pengendalian
1.    Pemanfaatan predator seperti burung gagak dan kutilang
2.    Pemanfaatan parasitoid telur (tabuhan Oencyrtus erionotae Ferr), parasitoid larva muda (Cotesia (Apanteles) erionotae Wkl), dan parasitoid pupa (tabuhan Xanthopimpla gampsara Kr.).


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.    Ekosistsm perkebunan yang pada umumnya relatif stabil merupakan faktor menguntungkan bagi pemanfaatan musuh alami. Kestabilan ekosistem ini selayaknya dipertahankan melalui pengeloaan yang bijaksana.
2.    Musuh alami berperanan penting dalam ekosistem perkebunan karena dapat mengendalikan dan mengatur populasi hama. Keberadaannya dalam ekosistem perlu dilestarikan melalui usaha konservasi dan peningkatan efektivitas musuh alami.
3.    Beberapa jenis musuh alami telah berhasil diidentifikasi dan diproduksi secara massal di banyak laboratorium lingkup Direktorat Jendral Tanaman Perkebunan. Metode produksi yang efisien dan kualitasnya perlu ditingkatkan, teknologi pemanfaatannya perlu disebarluaskan ke petani, dan sumberdaya manusia yang menanganinya perlu ditingkatkan.
4.    Beberapa jenis musuh alami baru yang potensial dan terbukti efektif perlu ditentukan prioritas pengembangannya.


3.2 Saran
Sebaiknya kita dapat menjaga keanekaragaman hayati tanaman pisang, karena dengan begitu dapat memamfaatkan musuh alami maka lingkungan akan terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1994. Parasitoids and predators of arthropod pests. Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Direktorat Jendral Perkebunan. 124 p.
Arifin, M., A. Iqbal, I.B.G. Suryawan, T. Djuwarso, dan W. Tengkano. 1997. Potensi dan pemanfaatan musuh alami dalam pengendalian hama kedelai. Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III. Jakarta/Bogor, 23-25 Agustus 1993. 5: 1383-1393.
Bahagiawati, A.H. and A.A.N.B. Kamandalu. 1988. The predation of Curinus coeruleus Mulsant, the predator of leucaena psyllid, Heteropsylla cubana. Research Journal. 1(1): 32-36.


Tuesday, 12 May 2015

Contoh Laporan Jagung Manis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.
1.    Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan:
2.    Berumur pendek (genjah): 75-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna.
3.    Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu.
4.    Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan Harapan.
Jagung manis  mengandung kadar gula yang relatif tinggi, kerana itu biasanya dipungut muda untuk dibakar atau direbus. Ciri dari jenis ini adalah bila masak bijinya menjadi keriput. Manfaat Sebagai bahan makanan, makanan ternak, bahan baku pengisi obat dll.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai beriktu :
1.      Pembudidayaan jagung manis yang tidak benar bisa menimbulkan kerugian bagi petani ..
2.      Bagaimana cara budidaya tanaman  jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt.) yang dianjurkan?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah minimum konservasi dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan jagung manis.

1.4 Kengunaan Praktikum
Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sistem olah tanah minimum konservasi dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan jagung manis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Botani Tanaman Jagung
Jagung (Zea mays L) termasuk dalam keluarga rumput – rumputan. tanaman jagung (Zea mays L) dalam sistematika ( Taksonomi ) tumbuhan, kedudukan tanaman jagung diklasifikasikan sebagai berikut Rukmana (2010) :

Kingdom              : Plantae
Divisio                  : Spermatophyta
Sub Divisio          : Angiospermae
Kelas                    : Monocotyledonae
Ordo                     : Graminae
Famili                   : Graminaeae
Genus                   : Zea
Spesies                 : Zea Mays L.
Tanaman jagung termasuk jenis tanaman semusim. Akar tanaman jagung dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada kondisi tanah yang subur dan gembur, jumlah akar tanaman jagung sangat banyak. Sementara pada tanah yang kurang baik akar yang tumbuh jumlahnya terbatas. Batang tanaman jagung bulat silindris, tidak ber lubang, dan beruas – ruas (berbuku – buku) sebanyak 8 – 20 ruas. Jumlah ruas tersebut bergantung pada varietas yang ditanam dan umur tanaman.
Tanaman jagung tingginya sangat bervariasi, tergantung pada jenis varietas yang ditanam dan kesuburan tanah. Struktur daun tanaman jangung terdiri atas tangkai daun, lidah daun, dan telinga daun. Jumlah daun setiap tanaman jagung bervariasi antara 8 – 48 helai, namun pada umumnya berkisar antara 18 - 12 helai tergantung pada varietas dan umur tanaman daun jagung berbentuk pita atau garis dengan letak tulang daun di tengah- tengah daun sejajar dengan daun, berbulu halus,serta warnanya bervariasi (Rukmana, 2010).
Daun tanaman jagung dan keluar dari buku – buku batang. Daun terdri dari tiga bagian yaitu kelopak daun, lidah daun dan helai daun. Kelopak daun umumnya membungkus batang (Purwono dan Hartono, 2008).
Pada saat jagung berkecambah, akar yang berada dekat ujung biji yang menempel pada janggel, kemudian memanjang dengan diikuti oleh akar-akar samping. Akar adventatif merupakan bentukan akar lain yang tumbuh dari pangkal batang di atas permukaan tanah kemudian menembus dan masuk kedalam
tanah ( Suprapto dan Marzuki, 2005).

2.2 Syarat Tumbuh Jagung Manis
Syarat tumbuh bagi tanaman jagung manis yakni cahaya matahari cukup atau tidak ternaungi, suhu optimum 24 – 30 0C, curah hujan merata sepanjang umur tanaman antara 100 – 200 mm per bulan, ketinggian tempat optimal hingga 300 mdpl (Emedinta, 2004). Pertumbuhan jagung manis optimal pada tanah 6 lempung berdebu dan derajat kemasaman 5,0 – 7,0 serta bebas dari genangan air. Jagung merupakan tanaman C4 yang memiliki daya adaptasi pada faktor-faktor pembatas pertumbuhan seperti intensitas radiasi surya tinggi, suhu siang dan malam yang tinggi, curah hujan rendah serta kesuburan tanah yang rendah.
Ø Iklim
Menurut Hudson and Anton (1981), faktor iklim yang paling mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah curah hujan dan suhu. Jumlah dan sebaran curah hujan merupakan faktor lingkungan yang memberikan faktor terbesar terhadap kualitas jagung manis. Secara umum sweet corn memerlukan curah hujan sebanyak 200 – 300 mm/bulan.
Jagung manis juga dapat hidup baik di daerah yang beriklim panas dan di daerah beriklim sedang. Tumbuh baik pada temperatur 23 - 27˚C, dengan suhu harian 15 - 32˚C dan mendapat sinar matahari yang cukup pada saat pertumbuhannya (Suprapto, 2001).

Ø Kelembaban


Ø  Tanah
Tanaman jagung membutuhkan tanah yang bertekstur lempung, lempung berdebu, atau lempung berpasir dengan struktur tanah remah, aerasi dan drainase baik, serta endap air. Keadaan tanah ini dapat memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanahnya subur, gembur dan kaya bahan organik. Tanah yang kekurangan air dapat menimbulkan penurunan produksi jagung hingga 15%.
Tanaman jagung tahan terhadap pH tanah 5,5 sedangkan pH tanah yang paling baik adalah 6,8. Dari hasil penelitian bahwa reaksi tanah pH 6,8 dapat menimbulkan hasil yang tinggi. Pada tanah dengan pH 7,5 dan pH tanah di bawah 5,7 pada jagung cendrung menurun. 
Jenis tanah di Indonesia dengan jenis tanah podsolik merah kuning (PMK) yang mempunyai pH tanah rata-rata rendah (masam) untuk penanaman jagung perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

2.3 Pengelolaan Tanah Ada Dua
Pengolahan tanah meliputi pekerjaan penyiapan/pengolahan lahan sehingga siap ditanami.

a.      Secara primer
pengolahan tanah primer (pengolahan tanah pertama) Pengolahan tanah pertama biasanya mempunyai kedalaman olah yang lebih dalam (>15 cm ) dengan bongkah tanah hasil pengolahan lebih besar

b.      Secara sekunder
Sedangkan pengelolaan secara sekunder (pengelolaan tanah kedua) mengolah tanah lebih dangkal (< 15 cm) serta hasil olahannya sudah halus dengan permukaan tanah yang relatif rata (siap untuk ditanami)


BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Judul Laporan
Laporan praktikum ini kami beri judul “ pengaruh sistem olah tanah minimum konservasi dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan jagung manis’’

3.2 Waktu Dan  Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2014, penanam dilaksanakan pada tanggal 12 november 2014, pengukuran pertama pada tanggal 29 november 2014, pengukuran kedua pada tanggal 6 desember 2014, pengukuran ketiga pada tanggal 24 desember 2014, di lahan Fakultas Pertanian universitas jabal ghafur sigli.

3.3 Bahan Dan Alat                     
Ø Bahan
Dalam praktikum ini bahan yang digunakan adalah jagung manis (zea mays sacharata) dan pupuk kandang.                
Ø Alat
            Dan alat-alat yang di gunakan cangkul, parang, garu, meteran, alat tulis, dan alat lainnya.

3.4 Pelaksanaan Praktikum
Pelaksanaan praktikum di lapangan meliputi kegiatan pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan.

a.      Pengolahan Tanah
ü pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul tanah.
ü dibuat alur tanaman dengan jarak 2 m x 6 m.
ü kedalaman mencangkul kurang lebih 15-20 cm, untuk menggemburkan tanah dan membuat aerasi.

b.      Penanaman
Penanaman dilakukan dengan melubangi tanah agar benih dapat ditanam dengan baik, kemudian ditimbun. Untuk setiap lubang tanam, diberikan 2 benih jagung. Jarak tanam untuk setiap lubang tanam yaitu 30 x 70 cm dengan kedalaman lunbang tanam 20 cm, untuk area tanam 4 x 4 m. Setelah benih ditanam, maka benih harus rutin disiram setiap hari untuk membantu proses imbibisi pada proses perkecambahan.

c.       Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

d.      Pemupukan
Dosis pupuk jagung yang digunakan dalam praktikum ini pupuk kandang sebanyak 10 kg. Pemupukan ini di lakukan hanya satu kali, Pupuk kandang di berikan ketika seminggu sebelum tanam.

e.       Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

f.       Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel Tinggi Tanaman Jagung Manis.

4.2 Pembahasan
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan diantara keempat tubuhan tersebut yaitu :
1.      Faktor Cahaya :
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.
2.      Faktor Suhu :
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan 마무 semakin tidak bekerja.
3.      Faktor Air dan Nutrisi :
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu. Rupanya dalam percobaan, detergen tidak hanya memberi air sebagai media reaksi kimia namun juga memberi nutrisi karena mengandung Asam Nitrat dan Natrium Trifosfat yang juga ada dalam kandungan pupuk untuk menyuburkan tanaman. 

BAB V
KESIMPULAN DAN  SARAN

5.1 Kesimpulan
1.      Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari
keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan
Afrika.
2.      Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia.
3.      Laporan ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh sistem olah tanah minimum konservasi dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan jagung manis.

4.      Dalam praktikum jarak tanam yang digunakan dengan ukuran 20 cm x 70 cm dan ukuran bedengan lebar 2 m, panjang 6 m.

5.2 Saran
            Dalam melakun suatu percobaan perlu perawatan yang baik dan efektif supaya pertumbuhan tanaman jagung normal. Seperti penanaman, penyulaman, pembumbunan, penyiraman, dan pemupukan.

DAFTAR PUSTAKA

http://news.nationalgeographic.com/news/2006/03/0302_060302_peru_corn.html]

James, M. G.. "Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of Starch Composition in Kernels". The Plant Cell 7 (4): 417-429.

Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/091302/idnews/876754/idkanal/317

http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/37303/Produksi-Jagung-Nasional-Terganjal-Cuaca

http://www.grains.org/corn





Saturday, 25 April 2015

Contoh Makalah Budidaya Tanaman Jeruk

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Jeruk adalah buah-buahan yang banyak mengandung vitamin, zat gizi dan mineral. Menurut beberapa penelitian jeruk dapat mencegah berbagai penyakit seperti, penyakit kanker dan stroke.
Musuh alami adalah organisem yang ditemukan di alam yang dapat membunuh serangga sekaligus, melemahkan serangga, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada serangga, dan mengurangi fase reproduktif dariserangga. Musuh alam biasanya mengurangi jumlah populasi serangga, inang atau pemangsa, dengan memakan individu serangga. Untuk beberapa spesies, musuhalami merupakan kekuatan utama yang mengatur dinamika populasi serangga,sehingga penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana musuh alamidapatmempengaruhi populasi serangga untuk mengestimasi pengaruhnya. Untuk menjelaskan kepadatan populasi serangga dan memprediksi terjadinya outbreaks.
Dalam pest management program, kita perlu memahami musuh alami untuk memanipulasinya di lapangan sebagai pengendali hama. Pengendalian hayati(biological control)adalah taktik pengendalian hama yang melibatkan manipulasimusuh alami hama yang menguntungkan untuk memperoleh pengurangan jumlah populasi dan status hama di lapangan. 
Biological control berbeda dengan naturalcontrol, natural control dalam prakteknya melibatkan agen lain selain musuhalami, misalnya cuaca atau makanan. Beberapa author mengungkapkan bahwa biological control dalam arti luas termasuk semua metode yang melibatkan organisme hidup sebagai bagian dari taktik pengendalian, seperti penggunaan inangyang resisten, pelepasan serangga steril, atau manipulasi genetic.

1.2 Rumusan Masalah
A.  Apa pengertian dari jeruk
B.  Apa saja hama pada tanaman jeruk
C.  Apa pengertian dari musuh alami

1.3 Tujuan penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat petani di kabupaten tentang pentingnya pengendaliaan hayati, sebagai pengendalian yang ramah lingkungan,

BAB II
PEMBAHASAN


1. Jeruk Manis
Jeruk ini paling banyak jenisnya. Mulai dari jeruk medan, jeruk pontianak, jeruk keprok, dan jeruk peras. Air jeruk ini bisa dimanfaatkan untuk minuman dan puding selain dimakan segar.

2. Jeruk Lemon
Berwarna kuning muda, berkulit licin, dan mengandung banyak air. Rasanya asam, dan beraroma khas.Buah jeruk ini berikut kulitnya bisa dibuat menjadi selai jeruk (selai marmalade). Jika jeruk lemon dipotong tipis melintang, bisa digunakan untuk hiasan aneka minuman, punch dan salad.

3. Jeruk Nipis
Jeruk nipis berwarna hijau dan agak menguning setelah matang. Bentuknya bulat dan licin karena mengandung banyak air. Airnya kaya akan asam sitrat yang dapat mengurai serat daging. Bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan daging.

4. Orange
Orange enak dimakan setelah matang. Contohnya seperti Navel Orange, Valencia Orange, dan Florida Orange. Pilih yang bentuknya bulat penuh, kulitnya jingga terang, dan berat. Air jeruk ini bisa dimanfaatkan untuk jus, es krim, campuran cake, dan lain-lain.

5. Jeruk Mandarin
Sepintas mirip orange, tapi warnanya lebih jingga dan lebih kecil, contohnya jeruk mandarin Ponkam dan mandarin Imperial. Juringnya yang kecil bisa dimanfaatkan sebagai hiasan cake dan tarlet.

6. Grapefruit
Dilihat sepintas, jeruk ini mirip jeruk orange tapi bentuknya lebih besar, rasanya agak asam. Grapefruit kuning warna kulitnya kuning. Grapefruit merah kulitnya agak jingga sebagian bersemu merah, dan rasanya lebih manis.. Air jeruk ini bisa untuk jus dan campuran puding. Juringnya bisa digunakan untuk campuran salad dan compote buah.

7. Jeruk Bali
Jeruk bali berukuran paling besar dibanding jenis-jenis jeruk yang lainnya. Kulitnya berwarna hijau dan tebal, dagingnya kesat, warnanya putih agak merah muda, dan merah. Setelah kulit juringnya dikupas, daging buah jeruk bali bisa digunakan sebagai campuran salad, asinan, rujak, dan es serut.
8. Jeruk Darah
Selama ini jeruk darah terkenal langka dan hanya bisa dikembangkan di daerah tertentu. Tapi, sekelompok ilmuwan Inggris memodifikasi gen jeruk ini sehingga bisa dikembangkan di seluruh penjuru dunia.
Jeruk darah mendapat warna merah khas mereka dari pigmen antosianin yang dikenal juga bermanfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan resiko sakit jantung dan stroke. Tapi, pigmen ini hanya berkembang di iklim tertentu di mana buah ini terkena periode musim dingin yang singkat. Secara komersial, jeruk ini bisa dikembangkan di daerah tertentu di Italia. Akibatnya, jeruk ini pun tergolong premium dan tentu saja dijual dengan harga mahal, seperti dikutip dari Telegraph.

9. Jeruk Jerpaya
Ada satu jenis buah jeruk yang memiliki banyak khasiat sebagai obat herbal. Buah jeruk tersebut dikenal dengan bentuknya yang besar dan seperti pepaya. Maka dari itu jeruk ini disebut sebagai Jerpaya (jeruk-pepaya). Di dunia kuliner, jenis jeruk ini lebih populer dengan nama jeruk sukade. Sejak jaman dulu, banyak orang yang menggunakan kulit jeruk ini sebagai manisan. Karena namanya jeruk sukade maka manisan tersebut juga dinamakan manisan sukade.Varietas jerpaya sebagian besar memiliki rasa manis dan kaya akan vitamin C dan anti oksidan.

10. Jeruk Santang
Jeruk santang memiliki rasa manis yang bervariasi, dari yang manis sekali, manis sedang, sampai manis dengan sedikit asam yang menyegarkan. Hal lain yang membuat menarik dari kerabat suku Rutaceae ini adalah sulit menebak rasanya dari bentuknya selain dengan mencicipinya. Bentuk yang imut atau sedikit besar tidak akan memastikan bahwa rasa jeruk akan manis.

11. Jeruk Kumquat
Kumquat atau kingkit merupakan keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae). Buahnya hampir mirip dengan jeruk keprok atau orange hanya saja ukurannya lebih kecil dan berbentuk oval. Ketika matang sempurna maka kulitnya yang berwarna hijau berubah menjadi kuning cerah.

12. Jeruk Medan
Jeruk medan merupakan salah satu produk agroindustri yang berasal dari Sumatera Utara. Jeruk medan mempunyai nama ilmiah Citrus sinesis (L). Buah jeruk medan berukuran sedang, tangkainya kuat. Bentuknya bulat, bulat lonjong atau bulat rata (papak) dengan bagian dasar, ujungnya bulat atau papak, bergaris tengah 4-12 cm. Buah yang masak berwarna orange, kuning atau hijau kekuningan, berbau sedikit harum, agak halus, tidak berbulu, kusam, dan sedikit mengkilat. Kulit buah tebalnya 0,3-0,5 cm, dari tepi berwarna kuning atau orange tua dan makin ke dalam berwarna putih kekuningan sampai putih, berdaging dan kuat melekat pada dinding buah.

2.2 Musuh Alami Pada Tanaman Jeruk
·     
Tawon kertas ( Paper Wasps, Yellow Jackets, Hornets, Mason Wasps )

Tawon ini sudah dikenal umum. Ada bermacam-macam dengan panjang sekitar 1 cm sampai 4 cm. Tawon ini membuat sarang dari kertas atau tanah untuk memelihara anaknya. Sengatannya menyakitkan. Tawon ini efektif untuk memburu banyak jenis ulat termasuk Ulat Bunga Jeruk. Ia mampu menangkap ulat besar. Macam-macam serangga lain juga dimakan oleh tawon ini. Selain serangga, dia juga makan sari madu dari bunga.

·      Daur hidup
Tawon kertas ini adalah serangga sosial yang membuat sarang dari kertas. Seperti semut, masyarakat tabuhan kertas ini dikuasai oleh ratu. Kertasnya di produksi tawon ini dengan cara mengunyah kulit pohon. Ratu tawon meletakkan sebutir telur dalam setiap lubang atau sel di sarang itu dan kemudian menetas menjadi larva yang diberi makan oleh kaum pekerja di dalam sarang. Telur menetas dan tawon pekerja membawa potongan tubuh ulat atau serangga lain untuk makanan larva. Madu juga dibawa untuk makanan larva. Setelah keluar dari kepompong, tabuhan ini muncul sebagai tawon pekerja yang baru. Ia meneruskan hidupnya sebagai pekerja dewasa, dan ikut mencari makanan untuk sarang. Tawon pekerja tidak kawin. Hanya ratu saja yang kawin dan meletakkan telur.

2.3 Hama Tanaman Jeruk
·     
Ulat Bunga Jeruk (Prays citri Mill)
Ulat ini menyerang bunga tanaman jeruk manis. Bunga jeruk yang masih kuncup atau yang sudah terbuka juga dimakannya. Kadang-kadang bunga dipintal dengan lamat (jaring) dan ulat memakan bunga itu sampai habis. Selain memakan bunga, ulat ini juga memakan buah yang masih kecil atau tangkai bunga. Warna ulat ini putih kekuning-kuningan. Panjang ulat ini kurang lebih 5 mm. Ngengat kecil sama panjangnya dengan ulat ini, tetapi warna sayapnya berbeda. Sayap depan cokelat kemerah-merahan, abu-abu berbercak putih kotor. Sedangkan sayap belakang cokelat muda atau abu-abu, bagian tepinya berumbai-rumbai.

·      Pengendalian: 
Pengendalian hayati juga dapat dilakukan dengan memamfatkan parasitoid, predator atau musuh alami lainnya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Pengendalian hayati sangat dilatarbelakangi oleh berbagai pengetahuan dasar ekologi terutama teori tentang pengaturan populasi oleh pengendali alami dan keseimbangan ekosistem.Sesuai dengan konsepsi dasar Pengendalian Hama Terrpadu pengendalian hayati memegang peranan yang menentukan karena semua usaha teknik pengendalian yang lain secara bersama ditujukan untuk mempertahankan dan memperkuat berfungsinya musuh alami sehingga populasi hama tetap berada di bawah aras ekonomik Dibandingkan dengan teknik-teknik pengendalian yang lain terutama pestisida kimia, pengendalian hayati memiliki tiga keuntungan utama yaitu permanen, aman, dan ekonomi

3.2 Saran
Sebaiknya kita dapat menjaga keanekaragaman hayati tanaman jeruk, karena dengan begitu dapat memamfaatkan musuh alami maka lingkungan akan terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2011. http://ditjenbun.deptan.go.id/perlindungan/index.php?option=com_content&view=article&id=74:istilah-dan-pengertian-di-perlindungan-perkebunan&catid=15:home

Di akses tanggal 20 November 2011

Anonymous.2011. http://pakreatif.blogspot.com/2011/03/mikroorganisma-patogen.html Di akses tanggal 20 November 2011

Anonymous.2011. http://www.artikata.com/arti-344015-patogen.html Di akses tanggal 2 Novemmber 2011

Anonymous.2011. http://www.infoopt.com/?Musuh_alami Di akses tanggal 20 November 2011

Basukriadi, Adi. 2005. Buku Materi Pokok: Pengendalian Hayati. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Hadi.2011.http://hadianiarrahmi.wordpress.com/2010/04/24/musuh-alami-pada-serangga/ Di akses tanggal 20 November 2011